Dalam konteks kepariwisataan kita mengenal paradigma pengembangan pariwisata berbasis masyarakat lokal sebagai subyek pembangunan. Kemajuan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan rakyat adalah dua hal yang harus berjalan bersamaan. Hasil yang diperoleh dari buah pariwisata hendaknya bisa dinikmati oleh masyarakat yang berada di sekitarnya. Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah sebagai tolok ukur keberhasilan pengembangan pariwisata.   

Banyak hal yang positif yang mampu di peroleh dari pengembangan wisata lokal yang langsung di rasakan oleh masyarakat  sekitar sebagai contoh Wisata  Gerbang Banyu Langit (GBL), Piyungan, Bantul, DIY. Masyarakat dilibatkan untuk berperan dalam pengelolaan dan ikut menjadi mitra usaha dagang dan masakan kuliner yang ada di wisata Gerbang Banyu Langit . Beberapa usaha masyarakat dalam bidang kuliner antara lain (rica rica mentok, ayam dan lele kremes, tahu walik una, jasuke tasya, es buah, mie ayam, sosis telur dan bola- bola, bakso, lotek, soto ayam, es degan, sego wader, sosis dan tahu bakar, gulai sapi, tongseng, lontong sayur, soto sapi ).

Dwi (39 th) penjual Rica-rica mentok, Ayam geprek dan Sambel Belut berharap supaya Wisata Gerbang Banyu Langit semakin terkenal dan maju. Pria yang bertempat tinggal di Dusun Bintaran Kulon, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul ini juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu untuk lebih perhatian kepada masyarakat lokal.

Ibu Heni (45 th) bertempat tinggal di Dusun Bintaran Kulon, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, penjual Jualan ayam bakar, nasi bakar, nila/lele bakar di Kawasan Wisata Gerbang Banyu Langit, berharap Wisata Gerbang Banyu Langit semakin ramai  dan banyak pengunjung diharapkan pula omset penjualan semakin meningkat.

Mbak Devi (30 th) penjual Jualan sosis telur dan bola-bola yang bertempat tinggal di Dusun Bintaran Kulon, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul mengharapkan Wisata Gerbang Banyu Langit semakin semakin meningkat kunjungan wisatanya dan mengharapkan untuk harga bahan produksinya tidak mahal.

Ibu Jilah (50th) Pedagang Lotek yang bertempat tinggal di Dusun Bintaran Kulon, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul mengharapkan Wisata Gerbang Banyu Langit semakin terkenal, ramai lancar. (Maryoko, Januari 2021)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − fifteen =